60% Suara di DKI Menjadi Harga Mati Timses Jokowi-Ma’ruf

60% Suara di DKI Menjadi Harga Mati Timses Jokowi-Ma'ruf

60% Suara di DKI Menjadi Harga Mati Timses Jokowi-Ma’ruf

60% Suara di DKI Menjadi Harga Mati Timses Jokowi-Ma’ruf – Prasetyo Edi Marsudi Selaku Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma’ruf Amin DKI Jakarta, membuat target besar terkait raihan suara untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 01 tersebut di Pemilihan Umum 2019.

Mudah-mudahan nantinya suara di atas 60 persen kita menang untuk daerah Jakarta. Karena sekali lagi, kepuasan terhadap Jokowi itu sangat luar biasa,” Ujar Prasetyo di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Rabu 17 Oktober 2018 malam.

Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut menceritakan bahwa semua mesin parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf sudah bergerak untuk memaksimalkan perolehan suara di Ibu Kota. Dia pun percaya masyarakat DKI objektif dalam memilih calonnya di pilpres tahun depan.

60% Suara di DKI Menjadi Harga Mati Timses Jokowi-Ma’ruf

Sekarang masyarakat Jakarta objektif saja. Ini bukan masalahnya gubernurnya bukan dari koalisi sana, tapi masyarakat Jakarta sudah objektif dalam menentukan calon yang terbaik untuk Jakarta. Apalagi, Pak Jokowi ini kinerjanya sangat (bagus),” Tutur Prasetyo.

Ia menegaskan, meskipun Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bukan berasal dari parpol pengusung yang serupa, suara di Ibu Kota untuk Jokowi-Ma’ruf dipercaya akan signifikan.

Saya melihat tidak akan ada pengaruhnya antara Pilgub DKI dan pilpres,” Ujar dia.

Sebelumnya. Pemilihan Ma’ruf Amin sebagai pendamping Joko Widodo sempat berdampak pada keraguan publik, mantan Ketua MUI tersebut menurunkan elektabilitas petahana. Namun, pemilihan ulama asal Banten tersebut bisa menghadirkan berkah tersendiri, terutama bagi warga satu rumpun dengan Ma’ruf Amin.

Banten dikenal sebagai daerah jawara. Adat budaya Banten mengutamakan sikap ksatria dan pantang menyerah, begitu dikenal di dunia.

Saat yang sama Banten juga adalah daerah santri sehingga kependekaran dan kesantrian menjadi kesatuan yang tidak akan terpecahkan. Dalam konteks itulah Banten selalu khas, sehingga daerah ini bisa diperhitungkan di kancah Nasional.

Ditunjuknya putra asli Banten menjadikan warganya semringah, salah satunya adalah Deni Arisandi sebagai pimpinan pendekar di Banten. Menurutnya setelah Joko Widodo meresmikan ulama asal Banten sebagai calon wakil presiden membuat nama Banten akan semakin melambung tinggi.

Banyaklah yang telah dikerjakan Pak Jokowi. Kita sudah merasakan hasilnya. Orang miskin makin berkurang, orang kecil yang punya tanah sepetak diberikan sertifikat gratis. Banyak lagi yang lain, utamanya kita suka dengan gaya kepemimpinan yang tentunya begitu merakyat. Itu Jokowi banget, pemimpin Indonesia ya begitu dari dulu seharusnya,” Imbuh Deni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *