3 Alasan Mengapa Anda Harus Memilih Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin

Alasan Harus Memilih Jokowi-Ma'ruf Amin

Alasan Harus Memilih Jokowi-Ma’ruf Amin

Alasan Harus Memilih Jokowi-Ma’ruf Amin – Danny Pomanto menceritakan mengapa masyarakat Makassar dan sekitarnya harus mantap memilih Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Menurut dirinya, Jokowi sudah berhasil melihat potensi majunya Indonesia wilayah timur yang belum ada pada kepemimpinan yang lain.
Memperjuangkan Indonesia tidaklah mudah. Indonesia menentukan iklim dan suhu dunia. Ada tiga tempat terpenting yakni Amazon di Brasilia, Congo Basin di Afrika, dan Indonesia.
Indonesia mempunyai sea amazon penghasil oksigen luar biasa, dan hanya pemimpin hebat yang mampu memikirkan itu, dan tidak ada yang lain kecuali Jokowi, sudah terbukti,” Ujarnya dalam dialog kebangsaan.

Alasan kedua kata Danny, dirinya merasakan betul ketika kepemimpinan Jokowi pembangunan merata di Indonesia.
Selain itu, belum pernah ada pemimpin yang sangat memperhatikan rakyat kecil, mulai dari jaminan kesehatan, program dana desa, sampai pemberian subsidi bagi rakyat miskin seperti sekarang.

Alasan Harus Memilih Jokowi-Ma’ruf Amin

Tantangannya memang adalah hoax, sarkasme, dan fitnah. Beliau difitnah memusuhi Islam, justru dia rangkul ulama sebagai wakilnya.
Sangat sempurna sebagai pasangan ulama dan umara. Difitnah sebagai PKI, padahal beliau kelahiran 1961. PKI itu adanya 1965, adakah PKI Balita?
Sementara saya menyaksikan sendiri di keluarganya penganut Islam taat,” terang Danny disambut riuh hadirin.

Dan yang terpenting menurut Danny adalah saat menerima kunjungan Wali Kota Hebron, Palestina.
Tanpa diduga wali kota Hebron mengatakan ke Danny bahwa yang paling terasa pembelaannya terhadap ummat Islam Palestina adalah Presiden Jokowi.

Dilain waktu, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kapitra Ampera menuturkan, reuni aksi 212 yang dijalankan Minggu 2 Desember 2018 sama sekali tak mengancam suara Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.
Menurutnya, jumlah peserta aksi yang diklaim mencapai 8 sampai 10 juta orang itu mengada-ngada.
Sebab, dirinya menghitung luas tanah Monumen Nasional (Monas) seluas 80 hektare hanya bisa dipakai 50 persennya.

Ahh gak ada itu, hitung dong. Berapa luas sih, kalau luasnya itu katakanlah 80 hektare luasnya Monas ya, 80 hektare.
Yang dipakai 50 persen artinya hanya 40 hektare satu orang berdiri 1 meter, berapa orang? Ya toh?,” Ujarnya kepada wartawan, Menteng, Jakarta Pusat. Senin (3/12/2018).

Dari hitungannya tersebut, Kapitra yang juga pernah ikut turun dalam aksi serupa semakin yakin tidak akan menggoyang suara Jokowi-Ma’ruf Amin.
Iya itu kan orang partai, orang partai kan PKS memerintahkan kadernya untuk selalu datang. Kan memerintahkan kadernya, itu orang-orang semua yang mendukung anu Prabowo-Sandi.
Orang-orangnya itu itu saja. Jadi, itulah kekuatan realnya yang ada di seluruh Indonesia,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *