Jokowi – KH Maruf Sudah Sangat Siap Menghadapi Debat Pilpres 2019

Jokowi - KH Maruf Sudah Sangat Siap Menghadapi Debat Pilpres 2019

Jokowi – KH Maruf Sudah Sangat Siap Menghadapi Debat Pilpres 2019

JokowiMaruf – Jokowi – KH Maruf Sudah Sangat Siap Menghadapi Debat Pilpres 2019 – Calon wakil Presiden nomor 01, KH Ma’ruf Amin menyebutkan akan menggelar simulasi bersama Joko Widodo menjelang debat pemilihan presiden 2019.

Tadi pagi di bawah pimpinan Pak Erick Thohir, tim materi debat pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin datang ke sini untuk memberikan semacam masukan-masukan tentang persiapan debat yang akan datang,” Ujar Ma’ruf tanpa merinci pakar yang dikatakannya, Minggu (6/1/2019).
Ia mengatakan pihaknya akan melakukan simulasi untuk memperkuat materi debat.

Ya tentu (simulasi debat), harus. Kita akan melakukan simulasi, pendalaman juga,” Sambungnya.
Ma’ruf mengatakan bahwa dirinya bersama Jokowi sudah siap untuk menghadapi debat pilpres pertama yang akan dilaksanakan Kamis, 17 Januari.

Jokowi – KH Maruf Sudah Sangat Siap Menghadapi Debat Pilpres 2019

Karena itu, Pak Jokowi dan saya sudah sangat siap untuk mengikuti debat yang akan datang,” Terangnya.
Ma’ruf mengaku dirinya sudah mendalami materi debat Pilpres 2019 perdana yang mempunyai tema hukum, HAM, korupsi dan terorisme.
Semua kita perhatikan. Semuanya, tidak ada yang tidak memperoleh perhatian, karena semuanya penting,” Ujarnya.

Sebelumnya, Cawapres nomor urut 01, Maruf Amin m,engigatkan rasa persatuan harus menjadi landasan penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia berpendapat bahwa NKRI sudah final yang merupakan menjadi pilar negara bersama Pancasila dan UUD 1945.
Maka NKRI dianggap sudah final. Karena telah berhasil merupakan kesepakatan,” Ujarnya dalam Doa Bersama Hari Kelahiran (Harlah) Ke-46 Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dijelaskan Maruf, nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 merupakan pedoman warga negara dalam menjalankan segala rutinitas.
Menanggapi konsep kekhalifahan, Maruf mengatakan bahwa negara yang tidak menggunakan sistem khilafah tidak serta merta dianggap anti-Islam.
Negara-negara yang meninggalkan sistem kekhalifaan tetap islami karena diputuskan bersama ulama dan warganya.

Negara tidak menutupnya. Ada UU nikah, wakaf, haji, surat berharga syariah negara, perbankan syariah.
Bahwasanya perjuangan kita harus dalam bingkai NKRI. Ini saya kira yang sudah kita sepakati dan kita jaga sampai kapan pun itu,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *