Maruf Amin Targetkan Suara Sebanyak Mungkin saat Berkunjung ke Sumut

Maruf Amin Berkunjung ke Sumut

Maruf Amin Targetkan Suara Sebanyak Mungkin saat Berkunjung ke Sumut

JokowiMaruf – Maruf Amin Berkunjung ke Sumut – Calon wakil presiden nomor urut 01 KH. Ma’ruf Amin menyambangi Sumatera Utara dalam rangka safari politiknya.
Tiba di Bandara Kualanamu, dia pun langsung disambut dengan menggunakan pakaian adat Melayu, dibalut dengan kain songket berwarna kuning.

Kehadirannya juga disambut sejumlah tokoh, seperti Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan.
Kemudian ada juga Sultan Serdang Tengku Ahmad Talaah, mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Ketua Jokma Pusat Eman Suryaman.

Di agenda yang diterima oleh JokowiMaruf.Tk, Ma’ruf rencananya akan berada di Sumatera Utara hingga Senin (11/2).
Dia pagi harinya dijadwalkan akan menghadiri acara tabligh akbar di Lapangan Bidikari, Tanjung Mora.
Dilanjutkan menghadiri Deklarasi dukungan Relawan Jokma Sumut dan silaturahmi ke Pondok Pesantren Buaya Marbun, Deli Serdang.

Maruf Amin Berkunjung ke Sumut

Kiai Ma’ruf mengatakan, kehadirannya ke Sumut agar di Pilpres nanti, suara pasangan calon nomor urut 01 bisa meraih kemenangan disini.
Yaitu di daerah-daerah di Medan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Padang Sidempuan.

Acara kunjungan saya ke Medan memang acaranya yang pokok itu di Medan dua acara, yaitu deklarasi yang diselenggarakan Jokma, dan sesudah itu, acara di pesantrennya Syekh Marbun. Kita nanti sore berangkat ke Tapanuli Tengah, untuk menuju ke Tapanuli Selatan dan Padang Sidempuan, Jadi, di dua daerah ini akan menjadi kunjungan,” ucap Kiai Ma’ruf di Medan, Sumut, Senin (9/3/2019).

Dia menegaskan, di daerah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan memang menjadi sasaran bersafari dua hari ini.
Sebenarnya sasaran kita di sana memang, di dua daerah itu.
Tetapi karena teman-teman di Medan juga ingin saya hadir, maka hari ini sampai sore di Medan,” ujar Kiai Ma’ruf.

Dia menyadari target di Sumut berat. Bahkan hanya mematok target sebesar 60 persen saja.
Saya pikir di Sumut ini agak berat ya. Tapi kita kira-kira harapan bisa 60 persen,” kata Kiai Ma’ruf.
Salah satu alasan berat, lantaran masih banyak paham-paham Islam yang kanan. Sehingga perlu dicerahkan dan diberikan pemahaman.

Teologi Islam yang kita bangun di Indonesia adalah teologi kerukunan. Sebab kalau tidak akan menimbulkan situasi yang tidak kondusif,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *