Ma’ruf Amin Sampaikan Masyarakat Harus Tetap Bersatu di Pemilu 2019

Masyarakat Harus Tetap Bersatu

Ma’ruf Amin Sampaikan Masyarakat Harus Tetap Bersatu di Pemilu 2019

JokowiMaruf – Masyarakat Harus Tetap Bersatu – KH Ma’ruf Amin selaku Calon wakil presiden (cawapres) nomor 01, menegaskan bahwa pemilihan presiden merupakan kontestasi pemilihan pemimpin nasional yang diselenggarakan setiap lima tahun.
Ia menegaskan bahwa pertarungan Pilpres bukanlah perang Baratayuda.

Adanya perbedaan pilihan, sepatutnya disikapi secara dewasa dan bijaksana.
Bukan malah menjadi emosional dan melakukan intrik-intrik yang dapat memecah-belah masyarakat,” kata dia.
Hal itu saat menyampaikan sambutan pada kegiatan “Yogya Nyawiji Nderek Kiai” di Lapangan Tempel, Sleman, Yogyakarta, Kamis (29/3/2019).

Menurut Kiai Ma’ruf, pemilu presiden substansinya adalah memilih figur presiden dan wakil presiden terbaik.
Harus memiliki visi-misi dan program yang jelas untuk membangun bangsa dan negara.
Ia juga mengingatkan bahwa menjelang pemilu presiden, banyak beredar informasi hoaks.
Itu bisa memunculkan ketegangan di tengah masyarakat, yang secara berkepanjangan dapat memicu perpecahan di masyarakat.

Masyarakat Harus Tetap Bersatu

Masyarakat harus dapat menyikapi informasi hoaks secara bijak dan tidak mudah terpancing,” Sambungnya.
Pemilu presiden, kata dia, adalah proses demokrasi untuk memilih pemimpin nasional.
Karena itu, jangan sampai karena adanya perbedaan pilihan, menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, Kiai Ma’ruf juga minta didoakan oleh massa yang hadir untuk bisa memenangkan pemilu presiden 2019 pada 17 April 2019.

Selain itu, Ma’ruf Amin tuntas melakukan safari di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Selama tiga hari Kiai Ma’ruf berkeliling di dua provinsi tersebut.
Abah –sapaan akrab Kiai Ma’ruf– melakukan safari dengan didampingi sang istri Wury Estu Handayani dan anak perempuannya Siti Mamduhah.
Di Jawa Tengah, Kiai Ma’ruf menyambangi Purworejo, Magelang, Wonosobo, dan Temanggung.

Di Yogyakarta, Abah bersilaturahmi dengan para kiai sepuh dan bertegur sapa secara langsung dengan masyarakat Bantul serta Sleman.
Dari perjalanan selama tiga hari ini, Kiai Ma’ruf optimis elektabilitas di dua provinsi tersebut mencapai 70 persen.
Semangat masyarakat, bahkan dari massa besar, dari tokoh-tokoh berbagai komunitas, sampai malam pun juga ada.
Jadi makin yakin memang target yang ingin kita capai itu insya Allah bisa 70 persen,” Terang Kiai Ma’ruf ketika berada di Hotel Tentrem, DIY, Kamis 28 Maret 2019 malam.

Guna mendongkrak elektabilitas pasangan calon presiden nomor urut 01, ucap Kiai Ma’ruf, ia akan bergandengan dengan sejumlah ulama dari Nahdlatul Ulama (NU).
Menurut Abah, para ulama NU memiliki ciri khas masing-masing.
Di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY, ada kiai “nyentrik” KH Ali Sodikhin atau Gus Ali Gondrong yang dikenal dengan “kelompok mafia sholawat”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *