Yusril Resmi Menjadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin

Pengacara Jokowi-Ma'ruf Amin

Pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin

Pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin – Sukmo Harsono selaku Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) membenarkan bahwa ketua umumnya telah resmi menjadi lawyer capres-cawapres Joko Widodo-KH Maruf Amin untuk Pilpres 2019 mendatang.
Sukmo mengatakan, Yusril menjadi kuasa hukum pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin tidak ada hubungannya dengan sikap PBB sebagai partai politik peserta pemilu 2019.

Memang beliau bercerita tentang adanya permintaan untuk bersikap profesional menjadi lawyer dari Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin,” Ujar Sukmo.
Sukmo menuturkan, status Yusril sebagai lawyer Jokowi-Ma’ruf Amin belum tentu merubah sikap politik PBB.
Pasalnya, sikap PBB akan baru akan diresmikan dalam forum Rakornas yang akan diselenggarakannya akhir bulan November ini.

Terkait sikap PBB hingga saat ini masih netral, dan akan difinalkan pada Rakornas akhir bulan November ini,” Ujarnya.
Dilain waktu, Arya Sinulingga selaku Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin, mengatakan jika pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra menjadi lawyer pasangan Jokowi-Maruf Amin.

Pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin

Begini, dia kan ahli hukum politik, hukum negara juga, kasus politik juga banyak dia mengerti di MK dan KPU dan dia banyak memenangkan kasus-kasus itu.
Sehingga untuk urusan politik apapun, dia begitu tangguh. Kemampuan dia di hukum politik tata negara, tidak perlu diragukan,” Ujar Arya.
Selain itu, kata Arya, Yusril Ihza Mahendra tidak mendapatkan bayaran menjadi pengacara Jokowi-Maruf.
Seperti pada Pilpres 2014 saat menjadi lawyer Prabowo Subianto-Hatta Radjasa.

Dia tidak dibayar. Yursil bilang bagi dia sudah biasa (bergabung dengan kubu tertentu).
Walau dia ada partai, Golkar pernah minta dia jadi ahli hukum partai, dia merupakan orang yang profesional untuk itu,” tuturnya.
Ia pun mengatakan jika Yusril pada Pilpres 2019 tentu akan berpihak kepada pasangan Jokowi-Maruf Amin.

Kita anggap bahwa dia ingin bersama kita untuk menjalani pilpres 2019, dia pasti ingin pemilu yang nantinya akan damai dan bersih, kredibel bermartabat
Maunya itu terjadi, makanya dia bersedia bergabung dengan kita menjaga proses demokrasi yang ada, menjaga dari segi hukum,” Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *