TKN Jokowi-Maruf Beharap Tidak ada Golput di Pilpres 2019

TKN Jokowi-Maruf Beharap Tidak ada Golput di Pilpres 2019

TKN Jokowi-Maruf Beharap Tidak ada Golput di Pilpres 2019

JokowiMaruf – TKN Jokowi-Maruf Beharap Tidak ada Golput di Pilpres 2019 – Dita Indah Sari selaku Koordinator TKN Jokowi-Ma’ruf bidang Gugus Tugas Khusus dan Penggalangan Jaringan, mengkritik perihal pemilih tidak menggunakan hak pilihnya saat Pemilu 2019 nanti.
Menurutnya, sikap tidak menggunakan hak pilih dalam pemilu yang akan datang, memang bukan pelanggaran hukum, tapi apakah hal tersebut akan mengubah keadaan lebih baik lagi

Pertanyaannya adalah apakah sikap itu bisa mengubah situasi menjadi lebih baik?
Jadi ini bukan soal salah atau benar, haram atau halal. Ini soal tepat atau tidak tepat,” Ujar Dita dalam keterangannya, Jumat (25/1/2019).
Kata Wasekjen PKB itu, dalam politik hampir mustahil calon politik yang muncul seperti yang diharapkan.
Namun selama calon tersebut menerima kritikan dan banyak membuat program yang bermanfaat bagi orang lain, dan itu harus didukung dan dipilih.

Seperti halnya dalam pilpres, saya memilih mendukung Jokowi,” Ujar caleg DPR RI dapil Sumatera Utara ini
Ia pun mengatakan, dirinya pun tidak mungkin bersetuju dalam segala hal dengan semua kebijakan Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, jika kebijakan itu benar.

TKN Jokowi-Maruf Beharap Tidak ada Golput di Pilpres 2019

Kalau ada hal-hal yang tidak setuju sampaikan saja masukan. Itulah sikap saya, juga posisi PKB sebagai mitra koalisi dalam Pemerintahan pak Jokowi.
Sejumlah kali PKB juga memberikan masukan terhadap beberapa kebijakan dari jajaran pemerintah yang kita dinilai kurang tepat dan Pak Jokowi kita lihat sangat terbuka terhadap masukan,” Sambungnya.

Selebihnya, sambung dia, gagasan-gagasan Presiden Jokowi yang visioner dan konsisten terus diupayakan, seperti membangun Indonesia dari pinggiran, terluar, dan tertinggal.
Dengan dana desa, membangun infrastruktur di Indonesia bagi timur, juga banyaknya program-program sosial untuk ekonomi bawah.
Wawasan Poros Maritim juga gagasan yang visioner untuk terus diakselarasi oleh Pemerintah,” Ujarnya.

Sebelumnya, Tren golongan putih (Golput) kini dimunculkan kembali. Keberadaan calon presiden (capres) dunia maya dalam wujud Nurhadi-Aldo dianggap semakin melebarkan kelompok golput.
Ditanya tanggapannya soal tren golput itu, Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, menyatakan, sah-sah saja bagi setiap orang untuk berkreasi di media sosial.
Namun menyangkut hak politik untuk memilih dan dipilih dalam pemilu, sebaiknya benar-benar dipakai dengan benar.

Sekretaris TKN itu menyebutkan justru dengan kampanye dan debat capres-cawapres.
Pihaknya mengharapkan golput makin berkurang. Dengan itu, kualitas demokrasi Indonesia semakin meningkat.
Konstitusi menjamin hak untuk memilih dan dipilih. Itu melekat sebagai satu kesatuan.
Sehingga saat mereka menyatakan diri golput, dia tak punya hak untuk dipilih juga. Jadi mari kita pakai hak pilih dengan sebaik-baiknya,” Tutup dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *